Keuangan Kalkulator manajemen risiko saham
Tentukan berapa lot yang boleh dibeli dari kerugian yang sanggup Anda tanggung, bukan dari sisa dana di rekening. Lengkap dengan nilai risiko, rasio untung rugi, dan dampak rugi beruntun.
Seluruh modal di akun Anda, bukan uang yang akan dipakai untuk transaksi ini saja.
Bagian modal yang Anda relakan hilang bila cut loss kena. Aturan umumnya berkisar 1% sampai 2%.
Titik saat analisis Anda terbukti salah. Tentukan dari grafiknya, lalu biarkan itu yang menentukan ukuran posisi.
Opsional. Angka ini yang memunculkan sisi imbal hasil pada rasionya.
Porsi terbesar satu saham boleh mengisi akun Anda, sedekat apa pun cut lossnya.
Fee broker dalam persen dari nilai transaksi, dihitung pada pembelian maupun penjualan.
Ukuran posisi
15 lot
Nilai posisinya Rp 6.750.000.
Nilai risiko
Rp 475.875
0,95% dari modal bila cut loss kena.
- Anggaran risiko
- Rp 500.000
- Risiko per lembar
- Rp 317
- Jarak cut loss
- 6,67%
- Nilai posisi
- Rp 6.750.000
- Porsi dari modal
- 13,5%
- Potensi untung
- Rp 1.319.625
- Rasio untung rugi
- 2,77 : 1
- Win rate impas
- 27%
- Jarak target
- 20,00%
Pada rasio 2,77 banding 1, Anda perlu benar 27% dari seluruh transaksi hanya untuk impas, itu pun sebelum menghitung selisih harga eksekusi.
Transaksi yang sama pada tingkat risiko lain
Satu angka menentukan semuanya di sini. Beginilah pengaruhnya pada harga beli dan cut loss yang sama.
| Risiko | Ukuran | Rugi bila kena | Setelah 5 kali rugi beruntun |
|---|---|---|---|
| 0,5% | 7 lot | Rp 222.075 | Rp 48.762.438 |
| 1,0% | 15 lot | Rp 475.875 | Rp 47.549.502 |
| 2,0% | 27 lot | Rp 856.575 | Rp 45.196.040 |
| 3,0% | 27 lot | Rp 856.575 | Rp 42.936.701 |
| 5,0% | 27 lot | Rp 856.575 | Rp 38.689.047 |
Harga dari rugi beruntun
Kerugian berbunga majemuk sama seperti keuntungan. Setiap kerugian dihitung dari sisa modal, dan kenaikan yang dibutuhkan untuk memulihkannya tumbuh lebih cepat daripada kerugiannya sendiri.
| Rugi beruntun | Sisa modal | Turun | Kenaikan untuk pulih |
|---|---|---|---|
| 1 | Rp 49.500.000 | 1,0% | 1,0% |
| 3 | Rp 48.514.950 | 3,0% | 3,1% |
| 5 | Rp 47.549.502 | 4,9% | 5,2% |
| 10 | Rp 45.219.104 | 9,6% | 10,6% |
Ukuran posisi adalah bagian dari trading yang sepenuhnya Anda kendalikan. Anda tidak bisa membuat harga saham naik, tetapi Anda bisa menetapkan lebih dulu berapa harga dari kesalahan Anda, dan keputusan itulah yang menjaga satu rangkaian kerugian tidak menghabiskan akun.
Ready. Runs locally on your device.

File Anda tetap berada di perangkat Anda. Alat ini bekerja langsung di browser Anda, menggunakan perangkat Anda untuk memproses file Anda. Tidak ada yang dikirim ke server kami, dan kami tidak pernah menerima, menyimpan, atau melihat file maupun angka Anda.
Bagikan hasil
Kutip
Kutip halaman ini
Reembun. (2026, 1 Agustus). Kalkulator manajemen risiko saham. https://reembun.com/id/kalkulator-manajemen-risiko-saham
Cara menggunakannya
Isi modal dan risikonya
Modal trading adalah seluruh dana di akun Anda, bukan uang untuk satu transaksi ini saja. Risiko per transaksi umumnya 1% sampai 2%.
Tentukan harga beli dan cut loss
Letakkan cut loss di titik saat analisis Anda terbukti salah. Jarak antara kedua harga itulah yang menentukan ukuran posisi.
Tambahkan target dan batas
Harga target memunculkan rasio untung rugi, sedangkan batas satu saham menjaga satu emiten tidak menguasai seluruh akun.
Baca ukuran posisinya
Jumlah lot, nilai yang dipertaruhkan, dan win rate impas tampil bersama, lengkap dengan simulasi kerugian beruntun di bawahnya.
Ukuran posisi ditentukan oleh kerugian, bukan oleh sisa saldo
Kebanyakan orang menentukan jumlah lot dari uang yang tersedia di rekening dana nasabah. Manajemen risiko membalik urutannya: tetapkan lebih dulu berapa kerugian yang sanggup ditanggung, lalu biarkan angka itu yang menentukan jumlah lotnya.
anggaran risiko = modal × risiko per transaksi
risiko per lembar = harga beli − harga cut loss (plus fee di kedua sisi)
ukuran posisi = anggaran risiko ÷ risiko per lembar
Modal Rp 50.000.000 dengan risiko 1% per transaksi, beli di Rp 4.500 dan cut loss di Rp 4.200, fee beli 0,15% dan fee jual 0,25%:
- Anggaran risiko: Rp 500.000
- Risiko per lembar: Rp 317,25 (bukan Rp 300, karena fee dihitung di dua sisi)
- Ukuran posisi: 15 lot, senilai Rp 6.750.000
- Yang benar-benar dipertaruhkan: Rp 475.875, atau 0,95% dari modal
Posisinya 13,5% dari modal sementara risikonya 0,95% dari modal. Dua angka itu berbeda, dan kekeliruan membacanya adalah alasan banyak orang mengira aturan 1% berarti membeli saham senilai Rp 500.000.
Perhatikan juga pembulatannya. Tanpa fee, anggaran Rp 500.000 memuat 16 lot. Dengan fee, jumlahnya turun menjadi 15 lot, karena satu lot terakhir akan membuat kerugian melewati anggaran.
Kenapa cut loss harus ditentukan lebih dulu
Ketiga masukan itu tidak setara. Cut loss milik grafik atau tesis investasinya, yaitu harga saat alasan Anda membeli sudah tidak berlaku lagi. Persentase risiko milik akun Anda dan seharusnya jarang berubah. Jumlah lot adalah satu-satunya yang merupakan hasil hitungan, dan justru itu yang paling sering ditetapkan lebih dulu.
Menetapkan jumlah lot dulu lalu menaruh cut loss di harga yang kerugiannya terasa nyaman menghasilkan cut loss tanpa makna, dan cut loss tanpa makna akan tersentuh oleh gerak harga biasa. Urutannya lebih menentukan daripada rumusnya.
Yang sebenarnya dikendalikan oleh persentase risiko
Yang dikendalikannya adalah daya tahan, dan itu tidak pernah terlihat pada satu transaksi mana pun.
| Risiko per transaksi | Setelah 5 kali rugi | Setelah 10 kali rugi | Kenaikan untuk pulih |
|---|---|---|---|
| 1% | turun 4,9% | turun 9,6% | 10,6% |
| 2% | turun 9,6% | turun 18,3% | 22,4% |
| 5% | turun 22,6% | turun 40,1% | 67,0% |
| 10% | turun 41,0% | turun 65,1% | 186,8% |
Kolom terakhir yang menentukan segalanya. Kerugian dan pemulihan tidak simetris: turun 50% menuntut kenaikan 100%, turun 65% menuntut kenaikan 187%. Rugi sepuluh kali beruntun bukan kejadian luar biasa dalam beberapa ratus transaksi, dan yang memisahkan akun yang selamat dari akun yang habis hanyalah satu angka di halaman ini.
Rasio untung rugi dan win rate yang dituntutnya
Cut loss memberi tahu berapa biaya sebuah transaksi yang salah. Target memberi tahu berapa hasil transaksi yang benar. Perbandingan keduanya menetapkan win rate yang Anda butuhkan sekadar untuk impas:
win rate impas = risiko ÷ (risiko + potensi untung)
| Rasio untung rugi | Win rate impas |
|---|---|
| 1 : 1 | 50% |
| 1,5 : 1 | 40% |
| 2 : 1 | 33% |
| 3 : 1 | 25% |
| 5 : 1 | 17% |
Tidak satu pun angka itu berarti bila berdiri sendiri. Strategi dengan win rate 70% pada rasio 1:2 tetap merugi, sementara win rate 30% pada rasio 1:4 menghasilkan untung. Seluruh angka di tabel juga belum menghitung fee dan selisih harga eksekusi, jadi anggap ambang sebenarnya beberapa poin lebih tinggi.
Batas untuk satu saham
Cut loss yang sangat rapat menghasilkan posisi yang sangat besar. Beli di Rp 4.500 dengan cut loss Rp 4.475 hanya berisiko sekitar Rp 43 per lembar setelah fee, dan anggaran Rp 500.000 memuat sekitar 116 lot senilai Rp 52 juta, lebih besar daripada seluruh modal Anda.
Karena itulah kalkulator ini memakai batas porsi untuk satu saham, standarnya 25% dari modal. Pada contoh tadi, batas itu menahan posisinya di 27 lot. Ketika batas yang bekerja, posisinya lebih kecil daripada yang diizinkan anggaran risiko dan yang dipertaruhkan pun ikut lebih kecil, dan kalkulator menyebutkan hal itu di bawah hasilnya.
Batas ini penting di Bursa Efek Indonesia karena satu alasan tambahan: auto reject bawah. Saat sebuah saham menyentuh batas ARB, tidak ada pembeli di antrean dan cut loss Anda tidak tereksekusi di harga mana pun yang Anda pilih. Anda menunggu sampai antreannya bergerak, kadang setelah beberapa hari berturut-turut ARB. Cut loss rapat tidak melindungi apa pun dalam keadaan itu, sedangkan porsi posisi yang kecil tetap melindungi.
Yang tidak bisa dijanjikan perhitungan ini
Cut loss tidak selalu tereksekusi di harga Anda. Gap pembukaan, suspensi, ARB, dan antrean tipis semuanya menggeser harga eksekusi ke arah yang merugikan. Angka kerugian di sini adalah kerugian yang diniatkan, bukan kerugian yang dijamin.
Ukuran posisi tidak menciptakan keunggulan. Ia menjaga rangkaian buruk tidak menghabiskan akun, dan itu syarat agar sebuah keunggulan sempat terlihat, bukan pengganti keunggulan itu sendiri. Strategi dengan harapan hasil negatif tetap menuju nol meski ukurannya diatur sempurna, hanya lebih lambat.
Risiko sebenarnya bukan risiko satu transaksi. Posisi yang berkorelasi jatuh bersama-sama. Lima transaksi terpisah masing-masing 1% pada sektor yang sama di pekan yang sama lebih menyerupai satu transaksi 5% daripada lima transaksi yang saling bebas.
Bila Anda hendak menambah posisi yang sudah turun, hitung tambahannya seolah-olah transaksi baru, lalu periksa posisi gabungannya lewat kalkulator average down saham sebelum memutuskan. Halaman ini adalah alat hitung untuk mengelola risiko, bukan rekomendasi membeli saham tertentu.
Privasi
Semua angka yang Anda masukkan tetap berada di perangkat Anda. Tidak ada nilai modal, harga beli, maupun rencana cut loss yang dikirim atau disimpan di server kami.
Pertanyaan umum
Bagaimana cara menghitung ukuran posisi saham?
Bagi uang yang Anda relakan hilang dengan kerugian per lembar. Modal Rp 50 juta dengan risiko 1% memberi anggaran Rp 500.000. Beli di Rp 4.500 dengan cut loss Rp 4.200 berarti risikonya Rp 317 per lembar setelah fee, sehingga posisinya 15 lot senilai Rp 6.750.000. Modal menentukan besar risikonya, jarak cut loss menentukan jumlah lotnya.
Berapa persen risiko yang wajar per transaksi?
Hampir semua aturan yang tertulis berkisar 1% sampai 2% dari modal per transaksi, dan alasannya matematis, bukan tradisi. Pada 2%, sepuluh kali rugi beruntun menghabiskan 18% modal dan menuntut kenaikan 22% untuk pulih. Pada 10%, rangkaian yang sama menghabiskan 65% modal dan menuntut kenaikan 187%. Syaratnya cuma satu: cukup kecil agar rangkaian buruk bisa dilewati.
Di mana sebaiknya cut loss ditempatkan?
Di harga yang membuktikan analisis Anda salah, dan itu pertanyaan tentang grafik atau tesis investasinya, bukan tentang berapa rupiah yang ingin Anda relakan. Tentukan titik itu lebih dulu, lalu biarkan ia yang menentukan jumlah lotnya. Menggeser cut loss agar posisi yang lebih besar bisa muat adalah cara paling umum perhitungan ini dipakai terbalik.
Berapa rasio untung rugi yang bagus?
Rasio berapa pun di atas 1 banding 1 bisa berhasil asal win ratenya memadai, dan kedua angka itu hanya berarti bila dibaca bersama. Pada 2 banding 1 Anda perlu benar 33% dari seluruh transaksi untuk impas, pada 3 banding 1 cukup 25%, pada 1 banding 1 harus 50%. Kalkulator ini menampilkan win rate impas dari rasio Anda agar bisa dibandingkan dengan win rate Anda yang sebenarnya.
Kenapa ukuran posisinya lebih kecil daripada anggaran risiko saya?
Karena cut loss yang sangat rapat bisa menghasilkan posisi sebesar hampir seluruh modal. Batas satu saham menahannya pada porsi yang Anda tetapkan sendiri, standarnya 25%, sehingga cut loss setengah persen di bawah harga beli tidak diam-diam berubah menjadi posisi 80% portofolio. Saat batas itu yang bekerja, nilai yang dipertaruhkan lebih kecil daripada anggarannya, dan kalkulator menyebutkannya.
Apakah fee sekuritas ikut dihitung?
Ikut, pada pembelian maupun penjualan. Fee memperlebar kerugian sebenarnya per lembar karena Anda membayar saat masuk dan membayar lagi saat cut loss kena. Pada contoh di halaman ini, fee 0,15% dan 0,25% mengubah risiko dari Rp 300 menjadi Rp 317 per lembar, dan itu cukup untuk memangkas posisi dari 16 lot menjadi 15 lot.
Terakhir ditinjau
