Lompat ke konten
Reembun
Keuangan

Kalkulator average down saham

Masukkan semua pembelian saham Anda, lalu lihat harga rata-rata sebenarnya, harga balik modal setelah fee, dan berapa lot lagi yang perlu dibeli untuk mencapai rata-rata yang Anda tuju.

Semua pembelian saham ini
#Harga beliJumlahNilaiBobotHapus
1
Rp 4.500.00044%
2
Rp 5.700.00056%

Dipakai untuk menghitung untung rugi. Kosongkan bila belum diperlukan.

%
%

Fee broker dalam persen dari nilai transaksi. Umumnya sekitar 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual, karena fee jual sudah termasuk pajak final 0,1%.


Harga rata-rata

Rp 4.080

Dari 2 kali pembelian, seluruhnya 25 lot.

Posisi sekarang

-Rp 1.736.550

-17,00%. Rp 8.478.750 masuk ke rekening bila dijual di harga ini.

Total jumlah
25 lot
Total modal
Rp 10.215.300
Rata-rata plus fee
Rp 4.086
Harga balik modal
Rp 4.096
Nilai pasar
Rp 8.500.000
Gerak harga
-16,67%

Harga yang harus tercapai agar uang Anda kembali utuh setelah fee beli dan fee jual dibayar. Harga masih di bawah titik balik modal. Menjual hari ini mewujudkan kerugiannya, dan menahan tidak menghapusnya.


Berapa lagi yang perlu dibeli

Average down mudah diucapkan dan mahal bila dilakukan asal-asalan. Tentukan harga rata-rata yang Anda tuju, lalu lihat berapa biayanya.

Angkanya harus berada di antara harga sekarang dan harga rata-rata Anda.

Average down menurunkan harga rata-rata, bukan mengecilkan posisi, dan sama sekali tidak memperbaiki kondisi perusahaannya. Anda memilih memiliki lebih banyak saham yang sedang turun, jadi alasannya harus datang dari kinerja emitennya, bukan dari kenyataan bahwa Anda sedang merugi.

Ready. Runs locally on your device.

File Anda tetap berada di perangkat Anda. Alat ini bekerja langsung di browser Anda, menggunakan perangkat Anda untuk memproses file Anda. Tidak ada yang dikirim ke server kami, dan kami tidak pernah menerima, menyimpan, atau melihat file maupun angka Anda.

Bagikan

Bagikan halaman ini

Bagikan hasil

Hasil Anda

Gunakan alat di atas terlebih dahulu. Hasilnya akan muncul di sini, siap disalin atau dibagikan.

Kutip

Kutip halaman ini

Reembun. (2026, 1 Agustus). Kalkulator average down saham. https://reembun.com/id/kalkulator-average-down-saham
Pilih gaya kutipan, lalu salin referensinya. Tanggal akses memakai tanggal hari ini.

Cara menggunakannya

  1. Pilih satuannya

    Jumlah dalam lembar atau dalam lot berisi 100 lembar, sesuaikan dengan cara sekuritas Anda menampilkan posisi.

  2. Masukkan semua pembelian

    Satu baris untuk setiap pembelian, isi harga beli dan jumlahnya. Tekan tambah pembelian untuk baris berikutnya.

  3. Isi harga sekarang dan fee

    Harga sekarang memunculkan untung rugi berjalan, sedangkan fee beli dan fee jual mengubah harga rata rata menjadi harga impas yang sebenarnya.

  4. Rencanakan pembelian berikutnya

    Pada bagian perencanaan, tentukan harga rata rata yang Anda inginkan dan lihat berapa lembar serta berapa dana yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Harga rata-rata itu modal dibagi lembar

Harga rata-rata sebuah posisi adalah total modal dibagi total lembar. Kedengarannya sepele sampai ada yang merata-ratakan kedua harganya, dan itu hanya benar bila jumlah lembar kedua pembelian sama persis.

harga rata-rata = Σ (harga × jumlah lembar) ÷ Σ jumlah lembar

Beli 10 lot di Rp 4.500, lalu 15 lot di Rp 3.800:

PembelianHargaJumlahModal
PertamaRp 4.50010 lotRp 4.500.000
KeduaRp 3.80015 lotRp 5.700.000
Total25 lotRp 10.200.000

Rata-ratanya Rp 10.200.000 ÷ 2.500 lembar = Rp 4.080. Titik tengah kedua harga adalah Rp 4.150, dan memakainya membuat posisi Anda terlihat Rp 70 per lembar lebih buruk daripada kenyataannya.

Balik modal bukan di harga rata-rata

Harga rata-rata adalah biaya sahamnya. Harga balik modal adalah harga yang harus tercapai agar uang Anda kembali utuh, dan letaknya selalu lebih tinggi, karena sekuritas memungut fee saat beli dan sekali lagi saat jual.

rata-rata plus fee = harga rata-rata × (1 + fee beli)
harga balik modal  = rata-rata plus fee ÷ (1 − fee jual)

Dengan fee beli 0,15% dan fee jual 0,25%, yang mendekati tarif umum sekuritas di Indonesia:

AngkaNilai
Harga rata-rataRp 4.080
Rata-rata plus fee beliRp 4.086
Harga balik modalRp 4.096

Selisihnya hanya 0,4%, tetapi itulah batas antara transaksi yang tidak menghasilkan apa-apa dan transaksi yang merugi. Fee jual terlihat lebih besar daripada fee beli karena di dalamnya sudah termasuk pajak penghasilan final 0,1% dari nilai transaksi penjualan, yang berlaku untuk setiap penjualan saham di bursa, untung maupun rugi.

Berapa lot lagi yang perlu dibeli

Inilah pertanyaan yang membawa kebanyakan orang ke halaman ini, dan jawabannya jarang menyenangkan. Untuk menurunkan rata-rata Anda ke harga T dengan membeli di harga sekarang P:

jumlah lembar = (T × lembar yang dipegang − total modal) ÷ (P − T)

Dengan posisi di atas dan harga sekarang Rp 3.400:

Rata-rata yang ditujuPerlu beliDana dibutuhkanTotal modal setelahnya
Rp 4.0004 lotRp 1.362.040Rp 11.577.340
Rp 3.9009 lotRp 3.064.590Rp 13.279.890
Rp 3.80018 lotRp 6.129.180Rp 16.344.480
Rp 3.70032 lotRp 10.896.320Rp 21.111.620

Perhatikan barisnya. Setiap seratus rupiah penurunan rata-rata berikutnya menuntut dana yang jauh lebih besar daripada penurunan sebelumnya. Untuk sampai ke Rp 3.700 Anda perlu menyetor Rp 10,9 juta, lebih besar daripada Rp 10,2 juta yang sudah tertanam, dan sesudahnya lebih dari separuh uang Anda di saham ini masuk setelah harganya jatuh.

Tabel itu bukan larangan melakukan average down. Tabel itu harga dari keputusannya, yang sebaiknya Anda ketahui sebelum menekan tombol beli, bukan sesudahnya.

Yang berubah dan yang tidak berubah

Harga tempat Anda mulai untung turun. Benar, dan memang itu tujuannya.

Ukuran posisi Anda membesar. Juga benar, dan biasanya tanpa direncanakan. Saham yang semula Anda batasi 5% dari portofolio bisa menjadi 9% hanya setelah satu kali average down, dan risiko yang tadinya Anda tetapkan berubah tanpa pernah Anda putuskan.

Kerugian dalam rupiah tidak berkurang. Saat harga Rp 3.400, posisi 25 lot rugi Rp 1.736.550. Setelah menambah 9 lot di harga yang sama, kerugiannya menjadi Rp 1.748.790, karena lembar yang baru dibeli bernilai persis seperti harga belinya dan yang benar-benar bertambah hanyalah fee belinya. Persentasenya memang turun dari 17,0% menjadi 13,2%, tetapi penurunan itu berasal dari penyebut yang membesar, bukan dari pemulihan apa pun.

Kerugian berikutnya menjadi lebih mahal. Bila harga turun 10% lagi ke Rp 3.060, posisi lama kehilangan Rp 850.000 dan posisi yang sudah dibesarkan kehilangan Rp 1.156.000. Average down membeli harga balik modal yang lebih rendah dengan cara menaruh lebih banyak uang di depan risiko yang sama.

Sebelum menambah saham yang sedang turun

Tiga pertanyaan berikut memisahkan average down dari sekadar menuruti perasaan tidak enak karena sedang merugi.

Apa yang berubah sejak Anda membeli? Kalau jawabannya tidak bisa disusun tanpa menyebut harga, berarti satu-satunya informasi baru yang Anda punya adalah penurunan itu sendiri, dan itu jenis informasi yang paling lemah. Baca laporan keuangan kuartalan terakhir dan keterbukaan informasi di IDX sebelum menambah.

Apakah Anda akan membeli saham ini hari ini seandainya belum punya sama sekali? Kalau tidak, menambah posisi berarti mengambil keputusan yang tidak akan Anda ambil dengan uang tunai, tetapi Anda ambil dengan uang yang terlanjur tertanam.

Berapa ukuran posisi yang wajar? Hitung ulang lewat kalkulator manajemen risiko saham seolah-olah ini transaksi baru, lalu bandingkan dengan ukuran gabungannya. Kalau hasilnya jauh lebih besar daripada yang dibenarkan oleh aturan risiko Anda sendiri, persoalannya bukan lagi harga, melainkan porsi.

Average down dan dollar cost averaging bukan hal yang sama

Keduanya terdengar mirip dan berperilaku berbeda.

Dollar cost averaging adalah jadwal: nominal tetap, selang waktu tetap, ditentukan di depan, dan umumnya diarahkan ke reksa dana indeks atau saham berkapitalisasi besar. Metode ini otomatis membeli lebih banyak lembar ketika harga sedang rendah, dan menghapus keputusan waktu sepenuhnya.

Average down adalah reaksi: pembelian tambahan yang dipicu oleh penurunan, pada satu saham yang sudah Anda pegang. Sifatnya memusatkan, bukan menyebar. Yang pertama adalah kebijakan bagi orang yang menerima bahwa dirinya tidak bisa menebak titik terendah. Yang kedua adalah penilaian aktif bahwa harga hari ini keliru, dan penilaian itu perlu dipertanggungjawabkan dengan alasan yang bukan berupa harga.

Catatan tentang angka di kalkulator ini

Fee beli 0,15% dan fee jual 0,25% adalah tarif yang lazim, bukan tarif resmi. Setiap sekuritas menetapkan sendiri, dan sebagian menetapkan minimum per transaksi yang membuat order kecil jauh lebih mahal secara persentase. Periksa tarif di aplikasi Anda lalu ganti kedua kolom itu.

Kalkulator ini juga tidak tahu apa-apa tentang dividen, saham bonus, stock split, maupun right issue. Setelah aksi korporasi, jumlah lembar dan harga acuan Anda berubah, dan angka di sini perlu dimasukkan ulang mengikuti posisi terbaru di aplikasi sekuritas Anda.

Privasi

Semua angka yang Anda masukkan tetap berada di perangkat Anda. Tidak ada harga beli, jumlah lot, maupun nilai portofolio yang dikirim atau disimpan di server kami.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara menghitung average down saham?

Jumlahkan seluruh modal yang sudah keluar, lalu bagi dengan total lembar saham yang Anda pegang. Bukan merata-ratakan kedua harganya: 10 lot di Rp 4.500 dan 15 lot di Rp 3.800 menghabiskan Rp 10.200.000 untuk 2.500 lembar, sehingga rata-ratanya Rp 4.080, bukan Rp 4.150. Pembelian kedua berbobot lebih besar karena jumlah lembarnya lebih banyak.

Apakah average down mengurangi kerugian?

Tidak. Yang turun adalah harga tempat posisi Anda mulai untung, dan itu hal yang berbeda. Menambah 9 lot di Rp 3.400 menurunkan rata-rata dari Rp 4.080 menjadi Rp 3.900, tetapi kerugiannya bergerak dari Rp 1.736.550 menjadi Rp 1.748.790, naik sebesar fee belinya, karena lembar yang baru dibeli nilainya persis sama dengan harga belinya. Yang mengecil hanya persentasenya, dari 17,0% menjadi 13,2%, dan itu terjadi karena penyebutnya membesar.

Kenapa harga balik modal lebih tinggi daripada harga rata-rata?

Karena broker memungut fee dua kali. Fee beli sekitar 0,15% menambah modal Anda, dan fee jual sekitar 0,25% memotong hasil penjualan, sebab di dalamnya sudah termasuk pajak penghasilan final 0,1% dari nilai transaksi. Rata-rata Rp 4.080 baru benar-benar balik modal di sekitar Rp 4.096, dan selisih itu tidak terlihat di layar aplikasi sekuritas Anda.

Berapa lot lagi yang harus dibeli untuk menurunkan rata-rata?

Rumusnya (rata-rata yang dituju x jumlah lembar − total modal) ÷ (harga sekarang − rata-rata yang dituju). Kalkulator ini menghitungnya lalu membulatkan ke atas menjadi lot penuh. Hasilnya sering mengejutkan: menurunkan rata-rata dari Rp 4.080 ke Rp 3.700 saat harga di Rp 3.400 membutuhkan Rp 10,9 juta, lebih besar daripada seluruh modal awal Anda.

Apakah average down strategi yang benar?

Tergantung penyebab harganya turun. Bila kinerja emitennya tetap dan yang berubah hanya suasana pasar, membeli di harga lebih murah adalah keputusan yang sama dengan pembelian pertama, hanya dengan harga lebih baik. Bila penurunannya berasal dari laba yang menyusut, utang yang membengkak, atau tata kelola yang bermasalah, average down justru menumpuk uang Anda ke posisi yang sedang memburuk.

Apakah 1 lot selalu 100 lembar?

Di Bursa Efek Indonesia, ya, sejak 2014. Satu lot berisi 100 lembar, sehingga saham berharga Rp 4.500 memerlukan Rp 450.000 untuk satu lot terkecil. Kalkulator ini bisa diisi dalam lot maupun lembar, dan perhitungannya tetap berjalan dalam lembar di baliknya sehingga kedua satuan itu selalu sejalan.

Terakhir ditinjau