Lompat ke konten
Reembun
Kepadatan kata kunci icon
Developer

Cek kepadatan kata kunci

Hitung frekuensi dan kepadatan kata serta frasa dalam naskah Anda, termasuk gabungan dua dan tiga kata, tanpa mengunggah teks.

Ready. Runs locally on your device.

File Anda tetap berada di perangkat Anda. Alat ini bekerja langsung di browser Anda, menggunakan perangkat Anda untuk memproses file Anda. Tidak ada yang dikirim ke server kami, dan kami tidak pernah menerima, menyimpan, atau melihat file maupun angka Anda.

Bagikan

Bagikan halaman ini

Bagikan hasil

Hasil Anda

Gunakan alat di atas terlebih dahulu. Hasilnya akan muncul di sini, siap disalin atau dibagikan.

Kutip

Kutip halaman ini

Reembun. (2026, 31 Juli). Cek kepadatan kata kunci. https://reembun.com/id/cek-kepadatan-kata-kunci
Pilih gaya kutipan, lalu salin referensinya. Tanggal akses memakai tanggal hari ini.

Cara menggunakannya

  1. Tempel isi halamannya

    Cukup teks utamanya. Menu, footer, dan teks boilerplate akan mengacaukan seluruh angkanya.

  2. Pilih panjang frasanya

    Satu kata, dua kata, atau tiga kata. Kebanyakan pencarian nyata terdiri dari dua sampai tiga kata, bukan satu.

  3. Tentukan kata umumnya

    Include filler words ikut menghitung kata sambung. Biarkan mati bila Anda hanya ingin melihat frasa yang bermakna.

  4. Baca tabelnya

    Setiap frasa menampilkan jumlah kemunculan dan porsinya terhadap seluruh teks. Angka yang mencolok adalah tanda untuk menulis ulang, bukan target yang harus dikejar.

Rumus kepadatan

kepadatan = (jumlah kemunculan / total kata) x 100

Frasa dua kata dihitung dengan penyebut jumlah pasangan yang mungkin, bukan jumlah kata, karena itulah cara yang benar secara statistik. Alat ini menampilkan hitungan mentah di samping persentasenya, dan hitungan mentah biasanya lebih berguna.

Kenapa kepadatan bukan target

Gagasan kepadatan kata kunci berasal dari mesin pencari era 1990an yang benar benar menghitung frekuensi. Mesin pencari modern bekerja dengan cara yang sangat berbeda, memakai model bahasa yang memahami sinonim, entitas, dan konteks.

Akibatnya, dua naskah dengan kepadatan identik bisa berperingkat sangat berbeda, dan naskah yang tidak pernah mengulang frasa persisnya bisa berperingkat teratas untuk frasa itu.

Yang tetap benar adalah kebalikannya: naskah dengan kepadatan yang tidak wajar hampir selalu terbaca buruk, dan naskah yang terbaca buruk berperingkat buruk. Itulah kegunaan angka ini.

Cara memakainya dengan benar

Periksa apakah topiknya benar benar dibahas. Bila artikel tentang kalkulator KPR hanya menyebut kata KPR dua kali dalam 1.500 kata, kemungkinan besar isinya melebar ke mana mana.

Cari pengulangan yang tidak disengaja. Kata pengisi seperti tentunya, tentu saja, dan sebenarnya sering muncul puluhan kali tanpa disadari penulisnya.

Temukan frasa alami untuk subjudul. Frasa dua dan tiga kata yang muncul beberapa kali secara alami biasanya adalah cara pembaca sendiri menyebut topik itu, dan itu bahan subjudul yang baik.

Bandingkan dengan naskah pesaing. Bukan untuk meniru angkanya, melainkan untuk melihat aspek apa yang mereka bahas dan Anda lewatkan.

Yang lebih menentukan daripada kepadatan

FaktorKenapa penting
Menjawab maksud pencarianHalaman yang salah jenis tidak akan berperingkat berapa pun kepadatannya
Kelengkapan pembahasanMenjawab pertanyaan lanjutan yang muncul setelah pertanyaan utama
KeterbacaanKalimat pendek, subjudul jelas, dan poin yang mudah dipindai
Pengalaman halamanKecepatan muat, terutama di jaringan seluler
KredibilitasSumber, data, dan penulis yang jelas

Untuk naskah bahasa Indonesia

Ada dua hal yang khas. Pertama, imbuhan membuat satu akar kata muncul dalam banyak bentuk, sehingga kepadatan per bentuk terlihat rendah padahal topiknya dibahas menyeluruh. Kedua, pembaca Indonesia sering mencari dengan frasa campuran Indonesia dan Inggris, misalnya cek resi dan tracking, sehingga naskah yang hanya memakai satu versi bisa kehilangan sebagian pencarian.

Privasi

Naskah yang Anda tempel tidak pernah keluar dari browser. Tidak ada unggahan dan tidak ada penyimpanan.

Pertanyaan umum

Berapa kepadatan kata kunci yang ideal?

Tidak ada angka ideal, dan mengejar angka tertentu adalah kebiasaan lama yang sudah tidak berguna. Google tidak memakai ambang kepadatan. Angka ini hanya berguna sebagai pemeriksa kewajaran. Bila satu frasa muncul jauh lebih sering daripada yang wajar dalam tulisan alami, naskah Anda kemungkinan terbaca dijejali.

Kalau begitu, untuk apa alat ini dipakai?

Untuk tiga hal. Melihat apakah topik utama benar benar dibahas dan bukan hanya disebut sekali, menemukan pengulangan yang tidak disengaja, dan menemukan frasa dua atau tiga kata yang muncul alami dan layak dijadikan subjudul.

Apakah kata umum seperti yang dan di ikut dihitung?

Ada pilihan untuk mengabaikannya. Bila disertakan, kata tugas selalu mendominasi daftar teratas dan tidak memberi informasi apa pun. Bila diabaikan, daftarnya langsung menunjukkan kata bermakna dalam naskah Anda.

Bagaimana kata berimbuhan diperlakukan?

Dihitung apa adanya, sehingga menghitung, dihitung, dan perhitungan dianggap tiga kata berbeda. Ini disengaja, karena penggabungan otomatis kata berimbuhan bahasa Indonesia sering keliru. Anda bisa menjumlahkan sendiri varian yang memang satu akar.

Apakah naskah saya diunggah?

Tidak. Seluruh analisis berjalan di dalam tab browser Anda, sehingga aman untuk artikel klien dan naskah yang belum terbit.

Terakhir ditinjau